Seputar Peradilan

KULTUM HARI RABU TANGGAL 27 FEBRUARI 2019 :" KENIKMATAN DALAM SAKIT".

1

Majalengka | Pengadilan Agama Majalengka

Rabu Tanggal 27 Februari 2019, setelah selesai melaksanakan Sholat Dzuhur secara berjamaah,seluruh Aparatur Sipil Negara Pengadilan Agama Majalengka melaksanakan  agenda rutin siraman ruhani yaitu Kultum di Musholla Al-Mahkamah Pengadilan Agama Majalengka. Dalam kesempatan ini Calon Hakim yang sedang magang di Pengadilan Agama Majalengka yaitu  Mi’rajun Nashihin, S.H.I bertindak sebagai moderator. Adapun yang bertindak sebagai khotib / penceramah yaitu  Drs.H. Didi Sopandi Lc. M.Hum. yang juga sebagai Hakim di Pengadilan Agama Majalengka.

 4 4

Dalam kesempatan kultum ini, beliau menjelaskan bahwa seorang yang hidup di dunia pasti akan mengalami berbagai jenis keadaan yang berbeda - beda. Terkadang ia sehat, namun di lain waktu ia juga akan mengalami sakit. Tentunya yang diinginkan setiap orang adalah kondisi sehat. Makanya banyak yang mengeluh saat diuji Allah dengan sakit.

Namun tahukah Anda bahwa di balik sakit itu ternyata ada berbagai kenikmatan? Apa saja? Di antaranya:

Pertama: Sakit itu mengurangi dosa

Rasulullah shallallahu’alaihiwasallam menjelaskan,

“مَا يُصِيبُ الْمُسْلِمَ مِنْ نَصَبٍ وَلَا وَصَبٍ وَلَا هَمٍّ وَلَا حَزَنٍ وَلَا أَذًى وَلَا غَمٍّ حَتَّى الشَّوْكَةِ يُشَاكُهَا إِلَّا كَفَّرَ اللهُ بِهَا مِنْ خَطَايَاهُ“

Tidaklah ada kelelahan, sakit, kesedihan, kekhawatiran, gangguan dan kesusahan yang sangat yang diderita seorang muslim, bahkan sampai duri yang menancap di tubuhnya; melainkan Allah akan menjadikannya sebagai penggugur sebagian dosa-dosanya.” HR. Bukhari dan Muslim dari Abu Sa’id al-Khudry dan Abu Hurairah radhiyallahu’anhuma.

Kedua: Dengan bersabar, sakit akan menjadi ‘mesin’ pahala

Allah ta’ala berfirman,

“إِنَّمَا يُوَفَّى الصَّابِرُونَ أَجْرَهُمْ بِغَيْرِ حِسَابٍ“

Artinya: “Hanya orang-orang yang bersabarlah yang diberi pahala sempurna tanpa batas”. QS. Az-Zumar (39): 10.

Ketiga: Sakit bisa menyadarkan diri dari kelalaian

Dalam al-Qur’an ditegaskan,

“ظَهَرَ الْفَسَادُ فِي الْبَرِّ وَالْبَحْرِ بِمَا كَسَبَتْ أَيْدِي النَّاسِ لِيُذِيقَهُمْ بَعْضَ الَّذِي عَمِلُوا لَعَلَّهُمْ يَرْجِعُونَ“

Artinya: “Telah tampak kerusakan di darat dan di laut disebabkan karena pebuatan tangan manusia. Allah mengehendaki agar mereka merasakan sebagian dari (akibat) perbuatan mereka, agar mereka kembali (ke jalan yang benar)”. QS. Ar-Rum (30): 41.

Keempat: Sakit mengingatkan nikmat sehat

Seorang penyair berkata,

“الصِّحَّةُ تَاجٌ عَلَى رُؤُوْسِ الْأَصِحَّاءِ لاَ يَرَاهَا إِلاَّ الْمَرْضَى“

“Kesehatan adalah mahkota di atas kepala orang-orang yang sehat. Yang bisa melihatnya hanyalah orang-orang yang sakit”.

  4 5

Dan masih banyak lagi hikmah-hikmah di balik sakit. Maka janganlah habiskan waktu Anda untuk banyak mengeluh, sebab ternyata di balik sakit terdapat nikmat tak terhingga.

Begitu banyak nikmat Allah yang telah Allah berikan tambah beliau, seperti diberikan anggota tubuh yang lengkap. Sebagian besar orang baru menyadari kenikmatan ini setelah dikurangi oleh Allah. Nikmat anggota badan ini, akan dimintai pertanggung jawabannya di hadapan Allah. Jika kita sakit, berlembar-lembar uang kita keluarkan. Dua kenikmatan yang kebanyakan manusia lupa yaitu sehat dan waktu luang.

Semoga kita tergolong orang-orang yang senantiasa bersyukur..Aamiin