Seputar Peradilan

KULTUM HARI RABU TANGGAL 27 NOVEMBER 2019 DI MUSHOLLA AL-MAHKAMAH PENGADILAN AGAMA MAJALENGKA KELAS I.A

1

Pada Hari Rabu Tanggal 27 Nopember 2019 seperti biasa Keluarga Besar Pengadilan Agama Majalengka mengadakan kultum mingguan yang selalu dilaksanakan setiap Hari Rabu setiap minggunya. Dalam kesempatan itu yang bertindak sebagai penceramah adalah Nur Fadhil S.H.I selaku Calon Hakim yang sedang magang di Pengadilan Agama Majalengka, sedangkan yang bertindak sebagi moderator adalah Mursyid Robbani S.Psi Pelaksana Kasubbag Umum dan Keuangan. Kultum yang dilaksanakan di Musholla Al Mahkamah Pengadilan Agama Majalengka ini diikuti oleh seluruh Aparatur Sipil Negara Pengadilan Agama Majalengka beserta para cakim.

Tema yang diangkat oleh penceramah pada kultum ini adalah "Urgensi diciptakannya kita sebagai manusia". Allah sudah menjelaskan dengan sangat gamblangnya di dalam Al Quran apa yang menjadi tujuan hidup kita di muka bumi ini. Dalam Surat Adz Dzariyat ayat 56 Allah Berfirman : "Tidaklah Aku menciptakan jin dan manusia melainkan supaya mereka beribadah kepadaKu". Saudaraku.....Jadi Allah tidaklah membiarkan begitu saja kita diciptakan. Bukanlah Allah hanya memerintahkan makan, minum, tidur, dan kerja saja, . Ingatlah ! bukan hanya tujuan seperti ini Allah menciptakan kita. Tetapi ada tujuan besar dibalik itu semua yaitu agar setiap hamba dapat beribadah kepadaNya. Allah Ta'ala Berfirman :

"Maka apakah kamu mengira, bahwa sesungguhnya Kami menciptakan kamu secara main-main (saja), dan bahwa kamu tidak akan dikembalikan kepada Kami?” (QS. Al Mu’minun: 115).

Ibnu Qoyyim Al Jauziyah mengatakan, “Apakah kalian diciptakan tanpa ada maksud dan hikmah, tidak untuk beribadah kepada Allah, dan juga tanpa ada balasan dari-Nya[?] ” (Madaarijus Salikin, 1/98) Jadi beribadah kepada Allah adalah tujuan diciptakannya jin, manusia dan seluruh makhluk. Makhluk tidak mungkin diciptakan begitu saja tanpa diperintah dan tanpa dilarang. Allah Ta’ala berfirman,

أَيَحْسَبُ الْإِنْسَانُ أَنْ يُتْرَكَ سُدًى

Apakah manusia mengira, bahwa ia akan dibiarkan begitu saja (tanpa pertanggungjawaban)?” (QS. Al Qiyamah: 36).

Imam Asy Syafi’i mengatakan,

لاَ يُؤْمَرُ وَلاَ يُنْهَى

“(Apakah mereka diciptakan) tanpa diperintah dan dilarang?”.

Ulama lainnya mengatakan,

لاَ يُثاَبُ وَلاَ يُعَاقَبُ

“(Apakah mereka diciptakan) tanpa ada balasan dan siksaan?” (Lihat Madaarijus Salikin, 1/98)

Allah Ta’ala sudah menjelaskan dengan sangat gamblangnya di dalam Al Qur’an apa yang menjadi tujuan kita hidup di muka bumi ini. Cobalah kita membuka lembaran-lembaran Al Qur’an dan kita jumpai pada surat Adz Dzariyat ayat 56. Di sana, Allah Ta’ala berfirman,

وَمَا خَلَقْتُ الْجِنَّ وَالْإِنْسَ إِلَّا لِيَعْبُدُونِ

Dan Aku tidak menciptakan jin dan manusia melainkan supaya mereka beribadah kepada-Ku.” (QS. Adz Dzariyat: 56)

Akhi, ukhti, yuk baca tulisan lengkapnya di Rumaysho:
https://rumaysho.com/342-untuk-apa-kita-diciptakan-di-dunia-ini.html

Dan tidaklah Aku menciptakan jin dan manusia, melainkan supaya mereka menyembah-Ku”. (QS. Adz Dzariyat: 56).

Baca selengkapnya https://muslimah.or.id/7109-2-tujuan-penciptaan-manusia.html

Allah Ta’ala sudah menjelaskan dengan sangat gamblangnya di dalam Al Qur’an apa yang menjadi tujuan kita hidup di muka bumi ini. Cobalah kita membuka lembaran-lembaran Al Qur’an dan kita jumpai pada surat Adz Dzariyat ayat 56. Di sana, Allah Ta’ala berfirman,

وَمَا خَلَقْتُ الْجِنَّ وَالْإِنْسَ إِلَّا لِيَعْبُدُونِ

Dan Aku tidak menciptakan jin dan manusia melainkan supaya mereka beribadah kepada-Ku.” (QS. Adz Dzariyat: 56)

Akhi, ukhti, yuk baca tulisan lengkapnya di Rumaysho:
https://rumaysho.com/342-untuk-apa-kita-diciptakan-di-dunia-ini.html

Dan tidaklah Aku menciptakan jin dan manusia, melainkan supaya mereka menyembah-Ku”. (QS. Adz Dzariyat: 56).

Baca selengkapnya https://muslimah.or.id/7109-2-tujuan-penciptaan-manusia.html

وَمَا خَلَقْتُ الْجِنَّ وَالإنْسَ إِلا لِيَعْبُدُونِ

Baca selengkapnya https://muslimah.or.id/7109-2-tujuan-penciptaan-manusia.html

Allah Ta’ala berfirman

وَمَا خَلَقْتُ الْجِنَّ وَالإنْسَ إِلا لِيَعْبُدُونِ

Dan tidaklah Aku menciptakan jin dan manusia, melainkan supaya mereka menyembah-Ku”. (QS. Adz Dzariyat: 56).

Baca selengkapnya https://muslimah.or.id/7109-2-tujuan-penciptaan-manusia.html

Allah Ta’ala berfirman

وَمَا خَلَقْتُ الْجِنَّ وَالإنْسَ إِلا لِيَعْبُدُونِ

Dan tidaklah Aku menciptakan jin dan manusia, melainkan supaya mereka menyembah-Ku”. (QS. Adz Dzariyat: 56).

Baca selengkapnya https://muslimah.or.id/7109-2-tujuan-penciptaan-manusia.html

2 3

Bukan Berarti Allah Butuh pada Kita, Justru Kita yang Butuh Beribdah pada Allah

Saudaraku, setelah kita mengetahui tujuan hidup kita di dunia ini, perlu diketahui pula bahwa jika Allah memerintahkan kita untuk beribadah kepada-Nya, bukan berarti Allah butuh pada kita. Sesungguhnya Allah tidak menghendaki sedikit pun rezeki dari makhluk-Nya dan Dia pula tidak menghendaki agar hamba memberi makan pada-Nya. Allah lah yang Maha Pemberi Rizki. Perhatikan ayat selanjutnya, kelanjutan surat Adz Dzariyat ayat 56. Di sana, Allah Ta’ala berfirman,

مَا أُرِيدُ مِنْهُمْ مِنْ رِزْقٍ وَمَا أُرِيدُ أَنْ يُطْعِمُونِ (57) إِنَّ اللَّهَ هُوَ الرَّزَّاقُ ذُو الْقُوَّةِ الْمَتِينُ (58)

Aku tidak menghendaki rezeki sedikit pun dari makhluk dan Aku tidak menghendaki supaya mereka memberi makan pada-Ku. Sesungguhnya Allah Dialah Maha Pemberi rezeki Yang Mempunyai Kekuatan lagi Sangat Kokoh.” (QS. Adz Dzariyat: 57-58)

Jadi, justru kita yang butuh pada Allah. Justru kita yang butuh melakukan ibadah kepada-Nya.

4 5