Seputar Peradilan

SIDANG PEMERIKSAAN SETEMPAT ATAU DESCENTE DI DESA CIBORELANG JATIWANGI MAJALENGKA

1

Pemeriksaan Setempat atau descente ialah pemeriksaan mengenai perkara oleh Hakim karena jabatannya yang dilakukan di luar gedung tempat kedudukan pengadilan, agar Hakim dengan melihat sendiri memperoleh gambaran atau keterangan yang memberi kepastian tentang peristiwa- peristiwa yang menjadi sengketa .”

Pada hari ini Jum'at Tanggal 27 Desember 2019 di penghujung Tahun 2019, Pengadilan Agama Majalengka Kelas I.A melaksanakan sidang Pemeriksaan Setempat ( Descente ) di wilayah hukum Pengadilan Agama Majalengka. Pelaksanaan Pemeriksaan Setempat tersebut, berjalan sesuai dengan ketentuan Pasal 180 R.Bg. jo SEMA Nomor 7 Tahun 2001 tentang Pemeriksaan Setempat.

2 3

Pemeriksaan Setempat dilakukan terhadap sejumlah objek sengketa dalam perkara Gugat Waris Nomor: 3194/Pdt.G/2019/PA.Mjl yang telah didaftarkan di Kepaniteraan Pengadilan Agama Majalengka Tanggal 23 September 2019. Setelah melakukan berbagai persiapan, sekitar pukul 10.00 WIB, Pemeriksaan Setempat dilaksanakan dengan Tim yang terdiri dari Drs. Esib Jaelani, M.H selaku Ketua Majelis Hakim dibantu oleh Drs. Usep Gunawan, S.H dan Drs. Jajang Suherman, S.H yang masing - masing adalah Hakim Anggota, Asep Muhamad Sonhaji, S.H.I selaku Panitera Pengganti dan Ending, S.H., Juru Sita Pengganti. Sidang tersebut dihadiri oleh Penggugat dan Tergugat, selain itu hadir juga di lokasi sidang Pemeriksaan Setempat Sekretaris Desa bersama Staf Desa Ciborelang, Kecamatan Jatiwangi, Kabupaten Majalengka dan Ketua RT setempat ikut dalam proses sidang Pemeriksaan Setempat tersebut.

Setelah menyampaikan maksud kedatangan tim dan membuka sidang, Majelis Hakim langsung menuju obyek sengketa yang terdiri dari sebidang tanah yang di atasnya ada satu buah rumah 2 lantai  yang terletak di Desa Ciborelang, Kecamatan Jatiwangi, Kabupaten Majalengka.

4 5

Kemudian Tim langsung melakukan pengukuran sebidang tanah yang menjadi obyek sengketa tersebut untuk mengetahui luas tanah yang sebenarnya dan mengecek batas-batasnya, dilanjutkan dengan mengukur luas rumah  yang berdiri di tanah tersebut. Meskipun pemeriksaan setempat bukan alat bukti sebagaimana Pasal 164 HIR, tetapi oleh karena tujuannya agar hakim memperoleh kepastian peristiwa yang disengketakan, maka fungsi pemeriksaan setempat hakekatnya adalah sebagai alat bukti. Kekuatan pembuktiannya sendiri diserahkan kepada hakim. Setelah berlangsung dengan aman dan tertib selama lebih kurang 2 jam dan dirasa cukup, maka Majelis Hakim menutup sidang Pemeriksaan Setempat pada hari itu.

Sidang pemeriksaan setempat (Descente) adalah termasuk tahapan persidangan, Majelis Hakim akan turun kelapangan untuk melihat secara langsung kondisi (riil) terhadap objek sengketa, apakah objek sengketa yang terungkap dipersidangan sesuai dengan kondisi (riil) dilapangan, jangan sampai putusan Pengadilan Agama Majalengka yang dihasilkan akhirnya nanti non executable (eksekusi yang tidak dapat dijalankan).