bannerweb02

Written by Admin Website PA Majalengka. Hits: 87

IMG 2281 Copy

Jumat, 22 April 2022 Direktorat Jenderal Badan Peradilan Agama telah menyelenggarakan kegiatan Orientasi bagi Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) di Lingkungan Peradilan Agama Seluruh Indonesia. Kegiatan ini dilaksanakan secara daring dan diikuti oleh para CPNS melalui media center satuan kerja masing-masing. Pengadilan Agama Majalengka turut mengikuti kegiatan tersebut yang diikuti oleh Sherly Vebriana, A.Md. (CPNS Formasi Pengelola Perkara) didampingi Kasubag Kepegawaian Ibu Euis Muhlisoh, S.H.I.,. Orientasi ini diisi oleh Bapak Drs. Arief Hidayat, S.H., M.M. selaku Sekretaris Badan Peradilan Agama, Bapak Dr. H. Candra Boy Seroza, S.Ag., M.Ag. selaku Direktur Pembinaan Tenaga Teknis dan Ibu Dr. Dra. Nur Djannah Syaf, S.H., M.H. selaku Direktur Pembinaan Administrasi Peradilan Agama. Dalam sambutannya, Bapak Arief mengatakan bahwa tujuan diadakannya orientasi ini untuk memperkenalkan Peradilan Agama kepada para CPNS dan memberikan beberapa motivasi agar dapat mewujudkan CPNS berintegritas dengan semangat melayani, seperti tema yang diusung pada kegiatan orientasi ini.

Ada banyak hal yang disampaikan para pemateri kepada peserta yang hadir dalam zoom, diantaranya adalah menumbuhkan semangat perubahan bagi CPNS menuju Peradilan Agama Berkelas Dunia. Direktorat Jenderal Badan Peradilan Agama serta Peradilan Agama di Seluruh Indonesia berusaha untuk mengupayakan hal tersebut. Dengan adanya program yang dicanangkan oleh MENPAN-RB, seperti Wilayah Bebas Korupsi (WBK) dan Wilayah Birokrasi Bersih dan Melayani (WBBM) menjadi salah satu langkah yang dapat diambil instansi untuk mewujudkan Peradilan Agama Berkelas Dunia. Bapak Arief juga mengatakan bahwa saat ini kita sedang berada di era perubahan, para CPNS harus siap menghadapi perubahan yang ada. Filsuf Yunani, Herakleitos berkata “Nothing Endures but Change”, yang bermakna tidak ada yang mampu bertahan selain perubahan itu sendiri, karena orang yang tangguh adalah orang yang mampu beradaptasi dalam perubahan.

IMG 2285 Copy

Salah satu pemateri dalam orientasi ini menyampaikan bahwa ada beberapa cara dalam mewujudkan CPNS yang berintegritas dengan semangat melayani, diantaranya:

  • Bermimpi, seperti yang dikatakan Presiden Pertama Indonesia Bapak Ir. Soekarno “Gantungkan cita-citamu setinggi langit. Bermimpilah setinggi langit. Jika engkau jatuh, engkau akan jatuh di antara bintang-bintang”. Bermimpilah setinggi langit dan wujudkan mimpi itu, karena jika bermimpi tanpa eksekusi sama saja bohong.
  • Optimis, selalu menumbuhkan energi untuk menjadikan hidup tetap semangat. Para motivator mengatakan bahwa dimana fokus mengalir, maka energi akan mengikuti. Berfokuslah kepada hal-hal yang baik, maka energi baik pun akan senantiasa mengikuti.
  • Kolaborasi, tidak ada manusia yang diciptakan dengan sempurna, sehingga dengan berkolaborasi kita akan mendapatkan kekuatan dan hasil yang lebih baik. Bapak Arief dalam bukunya yang berjudul “Jangan Terjebak di Zona Nyaman” juga mengatakan jika upaya yang dilakukan sendiri hasilnya masih biasa, cobalah bersinergi dan bekerjasama dengan kekuatan lain yang ada, maka hasilnya pasti luar biasa.
  • Bertumbuh bersama, jangan beranggapan bahwa setiap keberhasilan yang kita raih itu semua berkat kerja diri sendiri, seperti yang dikatakan dalam buku “Jangan Terjebak di Zona Nyaman”, keberhasilan dan pencapaian anda saat ini bukan hanya kerja keras anda, tetapi juga berkat andil dan kerja keras orang-orang hebat disekeliling anda.
  • Berhenti menyalahkan orang lain, jika kita gagal jangan menyalahkan orang lain, karena kegagalan itu ada pada diri kita. Sesungguhnya otoritas keputusan ada pada diri kita, orang lain hanya memberi pendapat. Jika gagal coba lagi dan lagi. Tumbuhkanlah sikap rendah hati dan tidak sombong. Perdana Menteri Singapura, Lee Kuan Yew mengatakan bahwa orang sombong itu seperti orang yang berdiri diatas gunung, dari atas dia memandang semua orang dibawah kecil, dia tidak sadar bahwa orang memandang dia juga kecil. Berlatihlah untuk mempunyai sifat dan sikap yang rendah hati dari hal-hal kecil, seperti menghormati yang tua dan menyayangi yang muda, mengucapkan minta tolong dan terima kasih, kalimat sederhana yang bermakna luar biasa.
  • Manajemen Ikhlas, jika di ilustrasikan dalam matematika akan seperti;
  • 1/1=1 , artinya jika kita memberi satu dan mengharapkan hal yang sama, maka apa yang kita dapatkan akan sama dengan apa yang kita beri.
  • ½=0,5 , artinya jika kita memberi satu dan mengharapkan hal yang lebih, maka apa yang kita dapatkan setengah dari apa yang kita beri.
  • 1/0= ~ , artinya jika kita memberi satu dan tidak mengharapkan apa-apa, maka apa yang kita dapatkan tak terhingga atau kita akan mendapatkan yang lebih dari apa yang kita beri.

Maka, selalu sertakan Allah SWT dalam setiap hal yang kita kerjakan. Tugas kita hanya berproses, hasil merupakan hak prerogatif Allah Tuhan Yang Maha Esa.

Dalam pemaparan materinya, Bapak Candra mengatakan ada dua hal penting dalam mewujudkan birokrasi yang berkelas dunia, yaitu:

  • Integritas, merupakan kesatuan atau kepaduan antara ucapan, pemikiran, perasaan dan tindakan. Integritas adalah hal yang sangat penting karena merupakan wujud dari iman, dimana setiap hal yang dikukuhkan dalam hati, diucapkan dalam lisan dan diwujudkan dalam amal perbuatan haruslah satu padu. Apabila salah satunya tidak ada, maka bukanlah iman. Integritas juga merupakan bagian dari As-Sidiq (salah satu sifat Rasulullah), kejujuran yang diamalkan kepada diri sendiri, orang lain, lingkungan, masyarakat dan keluarga. Integritas menjadi salah satu syarat utama dalam mewujudkan Peradilan Agama Berkelas Dunia. Integritas tidak hanya untuk individu, tetapi juga dalam kelembagaan. Dalam mewujudkan peradilan agama yang berintegritas, maka sumber daya manusia yang ada di dalamnya pun harus berintegritas. Tujuan integritas dalam suatu lembaga atau instansi adalah untuk meningkatkan kepercayaan masyarakat kepada lembaga atau instansi tersebut.

Contoh pengamalan integritas dalam suatu lembaga peradilan adalah melaksanakan program-program yang sudah dicanangkan dan direncanakan, apabila program tersebut tidak dilaksanakan maka hasilnya tidak akan sesuai dengan yang diharapkan, baik yang diharapkan oleh lembaga tersebut maupun oleh masyarakat pencari keadilan. Jadi, harus ada kesatuan antara perencanaan, pelaksanaan, monitoring dan evaluasi tindak lanjut.

  • Berorientasi pelayanan/hospitality, lembaga atau instansi pemerintah merupakan tempat bagi masyarakat untuk mengadukan kepentingannya. Pegawai pemerintah menjadi pelayan masyarakat dimana dapat dikatakan sebagai abdi masyarakat. Ada dua hal yang dapat menumbuhkan semangat pelayanan/hospitality, yaitu;
  • Sebagai abdi masyarakat, kita harus membantu melayani masyarakat dengan sepenuh hati dan ikhlas, maka setiap hal yang kita lakukan harus diiringi dengan niat yang ikhlas untuk beribadah kepada Allah SWT. Apabila semua diniatkan untuk beribadah, maka akan tumbuh rasa ikhlas membantu dan tidak akan menjadi beban dalam pekerjaan yang kita lakukan.
  • Menempatkan diri sebagai orang yang minta dilayani, merenungkan apa yang dibutuhkan masyarakat apabila datang ke instansi pemerintah, dengan seperti itu kita dapat memahami perspektif mereka yang meminta untuk dilayani. Masyarakat sudah pasti menginginkan pelayanan yang baik dengan ramah tamah, senyum, salam, sapa, sopan dan santun. Maka kita sebagai abdi masyarakat harus mementingkan kepentingan masyarakat diatas kepentingan pribadi. (SV)

Hubungi Kami

Pengadilan Agama Majalengka

Jl. Siliwangi No.9 KM.7 Panyingkiran Majalengka

Telp: (0233) 8291559
Fax: (0233)-82915560

Email: info@pa-majalengka.go.id

 

Follow Sosial Media Kami

CCTV PA MJL